Rabu, 19 Desember 2018

Pengakuan

Mereka bilang saya jahat..
Iya, tidak mudah memang utk saling melepas setelah dua pihak telah saling akrab..

Saya yg memilih pergi..
Menyakiti orang lain dgn keputusan ini..
Tapi untuk apa berlama - lama dalam ketidak kepastian ini?
Semakin menambah dosa
Kamupun entah menuju kemana

Saya yg memutuskan
Memilih lenyap..
Bukan utk menghancurkan
Tapi utk menggapai masa depan lebih baik..

Percuma..
Sekeras apapun mereka meminta tinggal
Saya berubah..
Kedua kakiku tidak punya tujuan yg sm denganmu lagi..
Cara pandangku berbeda..
Ku biarkan mereka memaki
Memilih diam
Semoga nanti mereka mengerti..

Saya berhenti peduli

Saat ini
Saya mencoba mencintai diriku lagi
memperbaiki diri
menunggu yang pasti untuk datang
Maaf..

Bahagia itu

Bahagia itu adalah saat kamu bisa menghargai diri sendiri
Dan tidak berusaha membandingkan keadaanmu dengan orang lain

Seseorang yang Baru

Waktu itu..
Kita terbiasa tertawa bersama
Berbagi duka bersama

Kini semua sirna
Sejak seseorang yang baru datang
Memberi jeda di antara kita
Ia mengalihkan semua cinta yang kau beri untukku
Kau pergi bersamanya
Tanpa tahu apa dan bagaimana aku berjuang melupakanmu

We

We both wondering each other
without knowing that each other are wondering

Emang Iya

Kalau ada yang bilang aku suka sama kamu..
Tolong percaya ya..
Emang iya koq..
Rasa canggung saat bertemu mungkin bisa menjadi bukti kalau aku nervous luar biasa di depan kamu

Kamu, apakah merasakan hal yang sama?

Selasa, 18 Desember 2018

Enggan Terluka

Jika kamu dapati diri ini
terlihat sungkan
terlihat membatasai gerak di hadapanmu
menolak diberi perhatian berlebih
Ingin bersikap biasa saja
Mengertilah bahwa hati ini sudah enggan terluka

Aku pernah begitu menicintai seseorang lalu ia mengkhianati
Aku pernah bergitu berharap berjodoh dengan seseorang namun yang kudapati adalah kebohongan
Aku pernah begitu setia memprioritaskan seseorang namun ia tak kunjung memberi kepastian
Aku pernah begitu patuh pada seseorang namun ia mengekang
Aku pernah begitu setia namun aku diduakan

Aku kini begitu pemilih
Begitu selektif
Begitu berhati - hati
Karena hati ini sudah enggan terluka...

Minggu, 25 November 2018

#HeartSpeaks

***

But darling...
I am still the same person with different feeling
I don't love you anymore...

Diam dan Berhenti Peduli

***

Kadang...
Beberapa hal yang terjadi dalam hidup..
Hanya akan baik jika ditanggapi dengan
"DIAM DAN BERHENTI PEDULI"

Jumat, 23 November 2018

Perempuan

***
Perempuan....
Saat diperhatikan, tertunduk malu - malu..
Tapi, diam - diam memperhatikan

Iya kaan???

Makhluk bumi yang terkadang sulit dimengerti.

Sabtu, 17 November 2018

Menikmati Bahagia



Tak Perlu

***
Kita tak perlu tegur sapa..
Tak perlu mengirim pesan - pesan simpatik..
Tak perlu menulis sajak untuk mengungkap rasa..
Tak perlu menabung rindu untuk temu..
Tak perlu berjanji untuk saling setia..

Sebab kita akan saling menemukan jua nantinya..
Meski kini kau dan aku sedang sibuk dengan urusan masing - masing
Cukup kita saling mendoakan saja dari kejauhan..

Dariku yang diam - diam menahan diri untuk tidak jatuh cinta berlebihan padamu..
Yang secara sembunyi - sembunyi selalu berdoa agar kita bisa bersama..
Yang tak ingin gegabah mendahului takdir Allah dengan memberi ruang pada hati untuk saling perhatian sebelum waktunya.

Jumat, 16 November 2018

Dia TIDAK shalat

***
Baik,
Punya segudang kelebihan,
Bepergian sana - sini untuk prestasi,
Tapi...

Apa???
Dia TIDAK shalat

Lalu???
Seluruh hal yang bisa dibanggakan padanya..
Ibarat "satu ribu x 0"

Sekian.

Rabu, 14 November 2018

♡

***

We only need a magical moment to fall in love, but it takes time to grow
and needs a commitment to stay strong.

Lupa Waktu

***

Rinduku untukmu lupa waktu, Tuan..
Ia timbul saat pagi terbit
Dan tetap terbit saat mata terbenam
Bahkan namamu pun kadang ku mirip - miripkan pada seseorang yang lewat di beranda rumahku..
Ku kira rindu ini takkan terlalu..
Namun aku salah..
Semakin ku sembunyikan ia semakin tabah, tak beranjak...

Pernah

***

Pernah sekali waktu aku mencintaimu begitu terlalu...
Hingga Tuhan patahkan hatiku dalam kepergianmu yg samar..
Tak berapa lama, seseorang sesudah aku muncul..
Tangisku pun tak terhitung..
Hari - hariku lumpuh..
Aku hilang dalam hatiku sendiri..

Lalu kini..
Aku menjadi satu orang yg bersyukur atas tragedi itu...

Kamis, 08 November 2018

4.20 p.m

***

Current mood?

In the balcony,
Seeing neighbor kids playing, dancing, and laughing in the rain...
Recalling my childhood..
Feeling the cold winds...
Sipping a cup of tea...
Like this I am celebrating my happiness

Selasa, 06 November 2018

KATANYA KITA SERIUS



***

Katanya KITA SERIUS
Nyatanya hubungan ini berjalan di tempat..
Tak ada yang berkembang...

Katanya KITA PUNYA KOMITMEN
Nyatanya janjinya hanya janji saja..
Tak ada yang terlaksana...

Katanya  DIA AKAN MENJADI IMAM YANG BAIK
Nyatanya shalatnya pun kadang tak ditunaikan
Menuntut ilmu agamanya pun hanya wacana..
Diajak karaokean pun masih bergegas pergi...

Katanya DIA AKAN KERJA KERAS
Nyatanya tugas akhirnya pun tak kunjung selesai..

Lalu aku bilang PUTUS...
PUTUS karena hati kecilku pun lelah..
Cinta pun mulai mengikis...
Jiwaku pun mulai mengelaknya..

Meski terkadang ego untuk bertahan menghampiri
Namun aku tak lagi bahagia dengan status ini...
Dibanding terus bersama dalam ketidakpastian..
Mari berpisah untuk menunggu yang pasti..



PS: 
Let's lost each other to find each other again (If you and I are meant to be together)

08.44 p.m thoughts

Dear mantan mohon berhenti menghubungiku dengan alasan yang terkadang kau berusaha menjadikannya serius...

Aku hijrah, berusaha hijrah,
Ku tinggalkan pacaran yang tak ada guna itu untuk menunggu seseorang yg datang mengkhitbahku dengan benar..
Hingga nanti pernikahan impian sesuai syariat itu terjadi..

Aku telah berusaha move on
Tak ku pikirkan lagi namamu dalam hari2ku..
Meski bayangmu menyelinap, ku tepis karena aku fokus mengejar cintaNYA..


Pesan2 godaan darimu..
Kesulitan - kesulitan yang ku alami tanpamu..
Ku anggap semua ini bagian dari perjuangan proses hijrahku..
Namun, jika kau cermati sekali lagi..
Tak pernahkah kau berpikir bahwa kau tak benar2 mengikhlaskanku karena Allah..?
Menghubungiku tiap hari, menurutmu aku senang?
Membaca pesanmu, lalu ku acuhkan, demi untuk menjaga kemurnian hijrahku ini..

Aku tak pernah berharap apapun darimu lagi..
Tumpuan harapanku hanya padaNYA
Mohon berhenti membual dengan janji2 yang belum pasti kau tepati..

Aku butuh Imam yang bisa membimbingku untuk bersama ke JannahNYA..
Aku butuh Imam yg tegas meninggalkan sesuatu krn Allah meskipun godaan luar nampak banyak..

Terima kasih..
Sedikitpun tak ku sesali karena pernah ada di hari - harimu
Sebab semua ku anggap proses belajar..
Jodoh ataupun tak jodoh..aku menunggu skenario terbaik dariNya.

Jumat, 02 November 2018

Pada akhirnya, kita bukan apa2


                                                                   *************

Mengira bahwa tanpa bersama, kita tak akan berkembang
Percaya bahwa tak ada yang lebih baik selain berdua
Janji yang tinggal janji
Komitmen yang hanya sekedar basa basi belaka

Terbiasa tanpa kabarmu
Tanpa pesanmu
Tanpa kekanganmu

Membuatku mulai berpikir duniaku lebih baik jika tanpamu
Mimpiku akan lebih Indah jika tak ada kamu di dalamnya
Ah, kita hanya terbelenggu dalam hubungan yang egois

Pada akhirnya, kita bukan apa - apa

Berusaha untukNYA



                                                                      *************

Berusaha Istiqamah dengan jalan hijrah yang dipilih ini susah...
Semoga segala tantangan dan rintangan ini dapat menjadi ladang pahala
serta dapat menambah level keimanan untuk diri...Aaamiin

Sabtu, 27 Oktober 2018

Shout Out to Cousin and Lil Bro'

Untuk Anak Rantau

Untuk anak rantau yang merasa kuliah itu melelahkan, selalu mengeluh ketika tugas menumpuk, uang kiriman orang tua selalu tak cukup, merasa paling menderita ketika harus jalan kaki beberapa meter ke kampus...

Mari belajar untuk bersyukur terhadap apa yang telah kita miliki tanpa harus terkomparasi dengan keadaan orang lain, fokus terhadap hal - hal yang bisa membuat diri maju dan selalu ingat lelah peluh orang tua agar jadi motivasi diri...

Kamis, 16 Agustus 2018

Kembali kepadaNYA

Jika hidupmu banyak masalah, engkau sering gelisah, engkau dirundung air mata, padahal engkau rajin beribadah dan berdoa. Maka Sabarlah, sebab Allah bukan hanya akan mengabulkan doamu tapi Allah akan memberi apa yang tidak pernah engkau bayangkan.

Teruslah berdoa
Teruslah bersabar
Teruslah beribadah

Sebab sedihmu, air matamu, masalah2mu..itu semua hanyalah sekedar menguji keimanan
Apakah kita kembali kepada Allah atau malah menjauhi Allah?

Jadi kita harus diberi ujian dalam hidup ini agar kita kembali kepadaNYA..

By Imam Ibnu Qayyim Al Jausiyah

Keep Khusnudzon pada Allah

Diberi ujian bkn berarti Allah tdk sayang sm kita..justru Allah lebih menyayangi kita..

Walaupun kita anggap tidak mampu tapi Allah maha mengetahui kesanggupan kita..

Orang yang hidupnya biasa2 sj maka keimanannya bisa dibilang biasa2 sj.

Sebaliknya org yg sering dirundung masalah maka Allah menguji kita utk menaikkan derajat keimanan kita...

Bahkan sakit yg kita anggap bencana Allah sudah menjanjikan untuk menggugurkan dosa2 kita kewat sakit itu..

Mari terus berkhusnudzon kpd Allah

Jika hari ini kita belum mampu menjalani syariatnya dgn baik maka teruslah berdoa kepada Allah hingga kita betul2 mencapai derajat taqwa terbaik.

Semoga Allah mudahkan segala urusan kita,
Semoga Allah melindungi dan menjaga keselamatan kita. Semoga Allah wafatkan kita dalam keadaan khusnul khatimah, semoga jasad kita nantinya ditemukan, semoga jasad kita tidak merepotkan orang2 disekitar kita, semoga jenazah kita diselenggarakan menurut syariat Islam yg tepat.

Semoga Allah hindarkan kita dari siksa kubur, semoga Alla selamatkan kita di alam barzah, semoga Allah mudahkan langkah kaki kita munuju yaumil hisab dan yaumil mizan,

Semoga Allah mudahkan langkah kaki kita melewati jembatan siratul mustaqim,

Semoga kita bertemu kembali dijannah Allah S.W.T, semoga kita dipertemukan dgn baginda Rasulullah yg nantinya akan mengantarkan kita bertemu Allah S.W.T.

My Sincere Thought

Want to be in a crowd that values my brain rather than my looks, maintains positive conversation rather than gossips someone out there, strengthens the togetherness rather than does selfie as many as possible. I am currently thinking this difference..

***

Hai, kalimat - kalimat di atas mewakili apa yang saya rasakan saat ini. Saat ini, saya berusaha untuk menjauh dari hal - hal yang menurutku tidak bermanfaat bagi diriku di hadapan Allah. Setelah mendengar kajian bahwa, semua hal akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah nanti. Saya berusaha mengintrospeksi diri saya (ini gak munafik ya). Saat ini saya berada ditahap menanyakan kembali ke diri saya apa yang baik dan tidak baik untuk saya lakukan. Sejujurnya, besok adalah hari dimana saya dan sahabat - sahabat saya hang out bareng. Namun, ada hal yang mengganjal di dalam hati saya. Saya mulai mempertanyakan beberapa hal dalam diri saya, seperti: apakah pertemuan ini akan membawa manfaat untuk saya? Apakah saya bisa menahan diri saya untuk tidak mengghibahi orang lain? Apakah saya mampu menjaga wajah saya untuk tidak terpotret kamera? Hal - hal yang saat ini saya berusaha untuk tidak melakukannya. Saya masih sering terbawa suasana ketika bertemu sahabat, lalu dengan ceplas ceplosnya menilai kehidupan orang lain dengan kaca mata saya. Saya bukannya tak ingin bertemu sahabat - sahabat saya. Namun, saya takut pertemuan ini akan membuat saya terlena untuk tabarruj dan ghibah.