Jumat, 31 Mei 2013

Rintih dalam Tangisanku...



Surat Cinta buat Mantanku….

Dear mantanku…
 Senja itu kemudian terlukis dipelupuk mataku..
Rintik gerimis menjemput kesunyianku di penghujung harap…
Aku paham bahwa segalanya sudah berakhir…
Berakhir dengan monopoli keputusanmu…
Dengarlah malam ketika kau buat retak segenap hatiku adalah malam yang teramat susah untuk Q hadapi…
Kau tahu dunia serasa runtuh saat itu.. aku jatuh dan tidak BISA merangkak lg..BEBAN BERTON MENGHIMPIT
Aku tak pernah tahu cara meninggalkanmu, dan Aku pun tak pernah tahu cara menyakitimu ….. KARENA SEJATINYA AKU MENYAYANGIMU… !!!
tAk jua Q temukan kebenaran untuk menyimpulkan kemuna’anmu ini…
Kau lenyap dalam …tangisku
Dalam lautan ego yang mampu memecahkan karang hatiku..
Yang dengan kejam menenggelamkan aku dalam lautan tak berpenghuni…
Ombak menerjangku tiada henti dan membunuhku perlahan…
Sungguh aku tidak pernah mengerti ini…
JANJI yang kau kumandangkan dihadapan keluargaku, dihadapan teman – temanku kini rapuh bersama puing2 hatiku…
Jujur Q katakan AKU SAKIT, AMAT SAKIT sampai harus menangis disetiap detik…
Nafsu makanku memudar…
Jiwaku renta tenggelam bersama kesakitan ini…

Ketahuilah wahai mantanku…
Hujan yang kemudian kau tumpahkan dalam keegoisanmu itu kini ingin mereda..
Kau tahu hujan itu kemudian mampu menahan diriku..
Belajar mengikhlaskan apa yang kau tinggalkan.. BEKAS LUKA YANG BELUM SEMBUH..
Q coba balut dengan pelangi di hari – hariku…
AKU INGIN MERELAKAN DIRIMU untuk MENUNGGU YANG TERBAIK datang padaku..
Suatu hari nanti akan Q tunjukkan bahwa AKU MASIH BAIK – BAIK SAJA..

TERIMA kasih untuk seluruh KESAKITAN, dan KESEDIHAN yang kau buang padaku dengan tidak BERTANGGUNG JAWAB..

Kamis, 30 Mei 2013

About Me

Selayang Pandang
Namaku Devi, Devi Ratna Sari tepatnya. Bagiku hidup adalah bagiamana bisa mencetak prestasi dan bermanfaat bagi orang lain. Aku orang yang sangat tertutup dan hampir semua orang yang dekat denganku mengatakan demikian. Aku menutup rapat semua privasiku,Bagiku yang berhak tahu hanya aku dan Tuhan. Aku punya pendirian yang kuat jadi untuk mematahkan pendapatku ya harus dengan analisis yang tidak bisa  terbantahkan lagi.  Segala yang berhubungan dengan pernak pernik wanita aku menyukainya, yah aku wanita yang sangat Feminin.
Prestasi dan Penampilan bagiku adalah dua hal yang tidak bisa di pisahkan. Aku ingin mencetak prestasi dengan kerendahan hati, tidak ingin menjadi seseorang yang  terlalu berambisi akan sesuatu. Dengan sifat tertutup yang aku miliki,aku bisa diandalkan sebagai teman curhat sejati, aku bisa menutup rapat segala sesuatu yang dianggap rahasia, so cerita apapun yang ingin kau ceritakan aku siap mendengarnya dan  aku juga siap untuk memberi solusi. Aku suka diajak bercanda, suka membahas hal – hal konyol sekedar untuk mencairkan suasana. Aku punya kepercayaan diri yang tinggi aku suka tampil di depan umum dengan bakat yang ku miliki. Satu hal yang perlu kalian tahu aku sama sekali tidak pernah perhitungan sama sahabat – sahabatku, ketika aku punya sesuatu yang mereka butuhkan atau meminta tolong, selagi aku bisa akan ku lakukan.

Pendidikan bagiku adalah hal nomor satu dalam kehidupan, Bagiku dengan berilmu kita bisa mencapai dunia dan menggenggam akhirat. Setiap hari aku selalu berusaha mengintrospeksi diriku, namun kadang beberapa teman juga tidak menyukai karakterku, tapi aku mencoba berbesar hati, aku hanya mencoba menjadi seorang yang lebih baik. Untuk hasilnya aku menyerahkan orang – orang menilaiku. Intinya adalah satu aku tidak mau terlalu sibuk memikirkan orang – orang yang membenciku, nanti jadinya makan hati. Saat aku sudah berusaha melakukan terbaik semampuku dan penilaian masih tetap saja seperti itu, so kembali lagi ke fitrah bahwa efek positif dan negatif pasti ada. Jadi syukuri apa yang ada saat ini, itu adalah yang terbaik.

Wedding Ceremony in Makassar

Created by My Group in the 3rd Semester

Bugis Traditional Wedding

Indonesia has a number of wedding ceremonials, such us Sunda tribes, Betawi tribes, Batak tribes, Makassar tribes. Buginese is one of ethnics in Makassar, it has a different and a unique traditional wedding tribes. The wedding occurred over a number of days. The ceremony was about 100 people and the celebration was at least 400 people. There are many rituals that occurred before the ceremony it self. The first stapes is purification ceremony called “Mappacing”, this is held in the night before the wedding day. In this ceremony, there are a number of things must be provided each things have a different symbols and function. First, a  pillow that is put in front of the bride as a symbol of rank. On the pillow, we put banana leaf as symbol of good life and seven or nine jackfruit leaves as a symbol of hope.
Secondly, seven silk sarungs as a symbol of pride. Third,  a bowl of rice that symbolizes growth. Fourth, some candles as a symbol of intimacy. And the last is Paccar Cina as a symbol of purification. This ceremony is intended to purify the bride before getting married by smearing crushed Pacar Cina on her palms, neck, and forehead. Afterward the bride must read the holy Quran in front of the imam with several sarungs in her back and it continued “Assikkiri”.
There are a number of requirements for the groom whe he goes to the bride’s house on the wedding. The first thing that must be brought by the groom involves cosmetics, clothes, the sets of jewelry, and many others. These are called Erang-erang. If the groom goes to the bride’s house on the wedding he should be accompanied by the members of his family and many young gilrs in colorful traditional costumes named ”Baju Bodo”. Besides that there is also a ceremony called Bako’ Puli , it consist of four ground baskets called “ BAkulu” filled with the red cake called “Dumpi eja” and rice called “Songkolo”. When fill this basket the basket, you cannot talk or speak until it finished and also has to wear sarung. It is usually done by four women, depends on how many basket that will be filled.
On the day of the wedding takes place, there was traditional drumming and gong music as the groom processed in to the ceremony. The couple is kept separate until the final documentation occurred and the bride is  hiding in the room. The documentation include an agreement with each other and an agreement with Allah. They sit down in front of the imam and the groom   say the agreement and signed off on all of them. The father of the groom carefully counted the cash that was presented to the father of bride   and held by the imam’s hand.

Shortly, after the money was counted and the document signed, the groom shuttle into a small room where the bride is sitting down on her bed. Then, the groom and the bride exchange rings and forehead kiss each other.  

Klik here for downloading

Wait the miracle to be with you

                                                                                 
Melukis Mimpi di Tepi Pantai Napabale

25 juli 2008,hari itu langit sangat bersahabat mengiringi langkah seorang gadis 16 tahun Maharani Alayda, itulah namaku, gadis SMA yang hendak  menuju kampung Pamanku di desa Kontunaga. Dengan menaiki bis, Ku bayangkan kampung paman yang sebentar lagi ku hampiri dengan keindahan Salah satu pantainya, yaitu pantai Napabale.Hari itu ku istimewakan memang ke rumah paman sendiri, untuk menikmati masa liburan semesterku yang sebentar lagi berakhir. 30 menit berada dalam bis aku sampai di halte laino, paman sudah menungguku, segera dia melambaikan tangan, aku turun dan langsung menaiki mobil paman,  butuh 10 menit untuk sampai di rumah paman. Paman bercerita kalau bibi telah menyiapkan makanan special untukku. Hmmmm tak sabar rasanya segera sampai dan melahap makanan bibi. “ Rani….iiiii “ teriak wanita paru baya itu, hehehehehe suara bibi menyapaku aku langsung memeluknya, “ Kamu makin cantik aja yah “, “ iya dong bi, terima kasih “. “ Ayo makan dulu, terus nanti kamu bisa istirahat “, “ iya bi lapar banget nih, tapi setelah makan aku mau langsung ke Pantai kangennnn banget ama pantai heheheheh”, yah rumah bibi memang tak jauh dari pantai yang indah itu. Buru – buru aku melahap makanan bibi, dan  segera mengganti pakaianku lalu shalat ashar, tak perlu beristirahat lagi. Ku pakai baju kaos putih dengan celana pendek selutut warna pink, ku cermati arloji di tanganku, yah baru jam 03. 45, aku ingin melihat matahari terbenam dan aku bisa berkeliling dahulu di tepi pantai.
Yuhuiiiiiii, pantai indah itu kini di hadapanku, pasir putih yang indah nan bersih, gulungan ombak berkejar – kejaran, hmmmmm para turis yang asyik berselancar. Dan nelayan – nelayan desa yang tengah sibuk mengemasi ikan – ikan segar hasil dari melaut, di tambah lagi para pedagang yang menjajakan dagangannya. Aku duduk diatas bongkahan batu besar,menghirup udara segar ini rasanya seperti bebas melayang. Inilah keindahan yang sesungguhnya, wajah cantik yang natural dari alam Tuhan. Aku sungguh merindukanmu wahai pantai cantik. Angin sepoi – sepoi sesekali menebas rambutku tak karuan, ku keluarkan kanvas Pink dan pencil pink dari ransel Pink favoritku. Aku mulai melukis, yah aku memang hobi melukis dengan objeknya adalah pemandangan di alam bebas, aku pernah mendapat penghargaan sebagai pelukis handal dan itu bukan reputasi yang main – main. Entah mengapa pensil yang tadinya di genggamanku terjatuh,aku berusaha mencarinya namun tiba – tiba sesosok pria mendekatiku, Pria yang seperti seumuran denganku, pria yang tidak pernah ku temui sebelumnya, wajahnya begitu memesona hatiku, siapakah dia ???? Dia hanya duduk dengan jarak sepuluh meter dariku, oh Tuhan dia tersenyum, senyuman yang begitu indah dan penuh ketulusan, Dia menyapaku, yah dia menyapaku, betapa girangnya hati ini, “ Hai, ini pensilnya ” oh tuhaaaaan begitu santun tutur katanya. Dengan tergugup aku berkata “ Te…te..te..rima kasih “. “ Adik baru ya disini, aku baru melihatmu, perkenalkan namaku Vivaldy, panggil saja vey ”. Rasa gerogi yang tadi  segera ku sergap dan ku ganti dengan senyum, sambil berkata “ Aku Maharani, yah aku baru datang berlibur ke sini suasana desa yang natural aku sangat menyukainya, kalau kakak sendiri gimana ?”…..” aku tinggal dibalik hotel itu, setiap sore aku kesini untuk menikmati pemandangan pantai yang tidak pernah bosan ku pandangi “. Hampir sejam ngobrol dengannya, Vey sangat ramah dan santun, kalau saja aku adalah pacarnya mungkin aku sangat beruntung, dari ceritanya ternyata di seorang mahasiswa. Lamunan ku pecah dengan suara Vey “ Raniiii….apa nanti kau akan kembali lagi berlibur ke sini, aku selama ini tidak mempunyai, baru bertemu denganmu rasanya akrab sekali, aku ingin lebih mengenalmu “. “ Hmmmmm aku tak tahu Vey tapi akan ku usahakan”, wajah Vey berubah sedih “ Loh ada apa Vey ? “ Kau tahu Ran…orang tuaku berpisah aku anak yang broken home keluargaku berantakan dan ibuku menikah lagi, semenjak itu aku mengurung diri dikamar dan tidak ingin bergaul dengan siapa – siapa, baru dirimu yang ku rasa begitu akrab, aku kesini untuk menikmati pantai ini terakhir kalinya, namun ketika bertemu denganmu aku merasa kau wanita yang selama ini berada di impianku A…ku menyukaimu Rani,,,tapi a…ku” tiba – tiba Vey batuk namun batuknya seperti ada yang anehhhh, “ Veyyyy itu darah, ada apa denganmu.. ? “ Air mataku terjatuh lalu dia menyapu air mataku dengan sapu tangannya, Vey mengeluarkan sesuatu dari sakunya dia memakaikan Kalung itu ke leherku sambil berkata “ Aku menyukaimu Rani, namun aku harus pergi…Aaaaaku terkena Kanker Leukimia dan sebentar lagi aku akan tiada, Vey kembali batuk darah bercucuran di tangan Vey, Vey pucaaaat, namun Vey …..Vey butuh pertolongan dokter aku berteriaaakkk “ Toloooooonnng “ namun Vey tetep tersenyum aku memeluknya, aku menangis, “ Aku juga sungguh menyukaimu Vey , Kau harus bertahan”. Vey tersenyum sambil menutup matanya.
“ Hei Raniiii….”. Aku tersentak…Oh Tuhaaaaan ternyata Paman membangunkanku. “ Dari tadi aku mencarimu ternyata kau ketiduran di sini saking asyiknya melukis di tengah indahnya Pantai. Aku langsung sadar, ternyata itu adalah mimpi dari tadi aku tertidur lelap tapi itu seperti nyata, lalu kudapati tanganku menggenggam sapu tangan. Yah ini tadi sapu tangan Vey yang di berikan padaku, lalu ku periksa leherku yah ada kalung yang juga Vey berikan padaku. Aku bingung tadi itu mimpi atau kenyataan sih ? Tapi aku juga menangis, air mataku masi membasahi pipiku.Lalu Paman bertanya “ Ada apa kenapa seperti kebingungan ? “ “ Vey paman, Vivaldy “. “ Kau ini gila atau apa ?” “ Vey yang tampan  itu paman “ Lalu aku mengambil kanvasku, seketika aku kaget yang terlukis saat aku melamun hingga tertidur tadi adalah wajah Vey, yang sangat mirip dengan sosok Pria di mimpiku tadi. “ Ini dia gambarnya paman, wajahnya mirip dengan lukisan ini, Vey namanya dia terkena kanker Leukimia, dia sakit parah Paman “ Aku menangis dan berteriak memanggil Vey, ini sperti nyata bagiku namun Vey tidak ada. Paman agaknya menegerti “ Yang kau cari adalah Vivaldy  kan ? Anak muda yang broken home dan tinggal dibalik hotel itu ? yang ibunya menikah lagi ? “ Paman lalu mengantarku ke rumah Vey, seketika ku lihat semua lukisan – lukisan Vey. Ayahnya lalu bercerita kalau Vey telah meninggal sebulan yang lalu. Namun Vey meninggal bukan karena Penyakitnya, dia bunuh diri di Pantai Napabale itu, karena sudah tidak tahan dengan penyakit yang menyiksanya. Vey pernah menyukai seorang gadis dan gadis itu sangat mirip denganku terlihat dengan lukisan besar dikamarnya. Vey bilang gadis itu adalah gadis impiannya. Aku juga melihat kalung yang ku pakai sangat mirip dengan kalung di kamar Vey, ternyata kalung itu adalah kalung pasangan. Keesokan harinya aku langsung balik ke kampungku, aku tidak pernah bisa melupakan kejadian kemarin, kejadian yang seperti melukis mimpi nyata di pantai Napabale.

Vey….I am always here,wait the miracle to meet you in the real world.
I Love You  so much…

“ Vivaldy & Maharani “

Rabu, 29 Mei 2013

Sulit ( U throws me back down hardly)

Desir keramaian kota Makassar bergerumuh tatkala fajar memetakan kesulitan di wajahmu yang murung.
Tatapan mata yang kosong, raga yang seolah mati suri. Entah apa yang sedang kau pikirkan, namun raut wajahmu menunjukkan bahwa kau sedang memikul beban yang berat. Rambut pirang yang sebahu,mata yang kecoklatan, bibir mungilmu yang terkatup ibarat orang bisu. Dempulan make up diwajahmu tak mampu menyembunyikan suasana hati yang kini melanda. Tiga hari sudah kau terbaring disini, energimu hilang, tangisanmu memecah, " ada apa Indira ?" sapa Anisa. Indira masih terus saja menangis. Anisa bingung, " tolong cerita (sambil mencopot cermin kecil dihadapannya dan menyodorkan pada sahabatnya itu) lihat wajahmu, matamu membengkak dan bibirmu pucat, kasihani dirimu jangan seperti ini". Indira memeluk sahabatnya itu dan bercerita dengan sedikit tersendu - sendu " Aku BODOH, aku bodoh gantungin hidupku pada orang lain, dan dia pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas". Anisa dengan cepat paham apa yang terjadi, karena selama ini dirinyalah yang selalu menjadi tempat curahan hati sahabatnya ini. " Aku ingin minta penjelasan tapi dia tidak pernah peduli, kau tahu aku sudah hampir gila mikirin ini. Bagaimana harus menjelaskan pada seluruh keluarga besarku tentang hal ini, aku ingin mati saja". 

Astaghfirullah, apa - apaan kamu, dengar Indira, Kamu disini nangis kaya gini, apa dia disana juga sperti kamu ? apa kamu yakin dia juga mikirin kamu ? Dia itu pengecut, ga ' bertanggung jawab jadi cowo, apa jadinya kalo kamu nanti nikah sama dia ? beruntunglah Tuhan udah ngasih petunjuk kalo ternyata sifat aslinya kaya gitu, hapus air matamu, dan ingat orang tuamu, ingat Tuhan". Pinta Anisa.

Indira terdiam dan sedikit berteriak " tapi aku sayang dia, dia ga' adil giniin aku". Air matanya kembali berlinang deras. " Sudahlah lupain dia, ga usah buang waktu kamu untuk mikirin orang yang sama sekali dia ga' punya waktu lagi untukmu". 

Indira gadis mungil yang kemudian hijrah ke kota Makassar karena sedang melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi dikota itu. 2 tahun yang lalu dia bertemu dengan Anisa  saat menjadi mahasiswa baru dan semenjak itu menjalin persahabatan yang begitu erat. Anisa gadis yang periang dan Alhamdulillah dia lahir dari keluarga yang tingkat ekonominya boleh dikatakan dalam level aman. Bertolak belakang dengan kondisi Indira, dia dari keluarga biasa - biasa saja, ayahnya adalah seorang KASEK SMU namun 4 bulan yang lalu beliau meninggal dunia karena stroke di usia 47 tahun, dan Ibunya hanyalah wiraswasta seadanya yang harus menanggung 4 anaknya, Reni yang saat ini juga menjadi mahasiswi di Tenggara, sedang Indira memilih kota ini sebagai tempatnya meraih cita, 2 adiknya masih kecil - kecil Putra yang kini duduk di jenjang kedua sekolah menengah pertama, dan adik bungsunya yang belum genap 5 tahun.

3 bulan yang lalu dia diperkenalkan dengan seorang lelaki pilihan keluarganya, dan menjalin hubungan dekat  (bersambung.....)

Selasa, 21 Mei 2013

Untuk ibuku, Untuk bidadariku


"Karenamu aku Bahagia"

Terkadang aku tak paham mengapa aku menangis ?
Hanya krn hal2 sepele yg mnrut mreka tak layak mencairkan air mataku..
Aku perempuan yg memiliki rasa.. yg kadang sulit utk Q jabarkan dlm kata2..

Kau tahu betapa sering aku merasa tak berdaya melawan waktu yg telah menyulapku menjd petarung diujung kelana..
Wajah yang sering kelabu krn rutinitas yg kadang bgtu lelah Q arungi..
Kadang jengkal tubuhku serasa tak mau berjalan menyusuri sepenggal harap dibalik asa...

Tapi kau selalu membantuku melewati masa2 sulit itu,
Kau selalu mendekapku dlm kehangatan kalbumu..
Dikau bgtu cerdas dengan wjah penuh kasihmu..
Membelai anggun digaris wajah yg sllu Q rindukan..
Jadilah Air ajaib yang selalu membasuh dahagaku ditngah riak2 kecil mengarungi CITA..
Yang sllu px cara utk melapangkan hatiku ketika terperangkap dlm keajaiban wktu..
aku sllu ingin bersamamu tanpa perlu merasa khawatir sesaatpun..

Kau sllu mengajarkanku menata kesantunan agar sesuai dengan konsep sang MAHA..
Perkenankan aku tuk selalu menyayangimu..
Yang semakin ku pikir, semakin Q sadar bahwa Aku telah jatuh cinta padamu (IBU)
Cinta yg sllu Q jaga sejak aku membuka mata dan hadir didunia ini...

Kamis, 16 Mei 2013

Tabir Rindu menanti di Sudut Jiwa


Terpaan angin malam membelenggu disudut jiwa yang terhempas
Menari bersama alunan jiwa yang terasa KOSONG
entah apa yang kemudian merasuki kalbu..
Bukan hanya kali ini aku mengalaminya..
Gejalanya sudah berkali2 melanda
Memadati pikiran dalam rutinitas seperti adanya..
Gigih aku menghindarinya namun tetap saja dia menyergapku dalam BISU akan halmu..

Mari kita menyebutnya dengan GAYA BAHASA anak muda masa kini..
Yang sering mereka kumandangkan ketika di buai KASMARAN
yah, Aku "RINDU"
Satu kata yang kemudian terasa begitu amat kecut untuk Q KECAP
Bersemi dibalik asa yang tak berpenghuni..

Bila saja kita mampu menyikapinya..
Mungkin tak usah lg kita risaukan hal yang kemudian bgtu jeli untuk dimaknai
Sudah saatnya kita bercuap - cupa tanpa bualan
Sudah saatnya kita menjadi NURANI yang peka akan KEBERSAMAAN
Yang berkompromi dengan realitas
Dan berceloteh akan perjalanan menuju singgasana berujung
Saat Q jabat jemarimu dalam RASA yang BERSAMBUT


Selasa, 14 Mei 2013

Coretan Tinta dalam Rintik Senja


Seuntai kata hadir memberi penyemangat dalam deru angin idealisme..
Sepucuk surat menjemput warna warni keruhnya air dihilir pada sore itu..
Lalu Q rangkai kata utk menafsirkan bias2 embun ditepi jendela peraduanku..
DIA menengok dan duduk dengan Salah tingkah disepeda ontel klasiknya...
Lalu Q tunggu sapaannya dlm nurani yang berdecak kagum..
Yang akan Q balas dengan gemerincing senyum menghibur..
Bukan untuk menaruh hati...
Tapi untuk mengikat kembali tali ukhuwah yang 3 dekade lalu sempat terenggut..
Q ukir PENA merah mudamu dalam kanvas hijau peradaban..
disana KITA sama2 melantunkan harmoni kata "SAHABAT"
kata yan kemudian terus mengepalkan NATURALISMEnya..
inilah KITA tdk ada alasan untuk saling membunyikan DIRI tatkala yang lain terkatup
ASA

******

Ketika hati &  jiwa merasa bermanfaat bagi orang lain maka ketika itu SAYA MERASA
HIDUP..
Hidup bukanlah hanya sekedar melakukan apa yang kamu sukai..
Hidup juga bukanlah hanya sekedar menyandang sebuah nama dan bernafas untuk seonggok  jiwa..
tapi hidup itu bermakna ketika kamu turut andil dalam elemen2 peradaban..
Setiap zaman melahirkan generasi dan setiap generasi melahirkan TOKOH..
Kita tinggal memilih menjadi Seorang Tokoh pejuang SEJATI atau PECUNDANG..
Intinya : Pejuang SEJATI tdk butuh gemuruh ombak dan tepuk tangan dari orang sekelilingnya.
sesungguhnya PEMENANG peradaban adalah orang yang BERANI bangkit meskipun Jatuh BERKALI - KALI

******

Bukan HATI yang kemudian merasa BISA melakukan segalanya seorang DIRI hingga
Idealisme itu tercapai..
Tetapi ketika kita merasa bahwa diri ini adalah bagian dari KITA kemudian koordinasi itu
bisa menjalin KEKOMPAKAN krn sekali lg KEBERSAMAAN itu INDAH




Kepingan Cerita

Senja itu semanis dirimu..
Mentari itu sesantun penampilanmu..
Tapi KILAT dan GUNTUR bersabung - sabung memecah sosokmu...
Hingga mendung menghapus pesonamu yang canggung..
Dan jejak eleganmu membeku dalam kekeringan dimusim lalu...
Brrrrr akhirnya kau MUSNAH menjadi butiran angin dibadai malam itu..

****

Minggu ke 3 dibulan April, angka 16 dibulan yg sama, hari ke dua diminggu it, Genap 3 bulan 10 hari 
Semilir bunga kamboja dipusaramu.. 
Q lantunkan sajak Ilahi..
Dan Q cari namamu dalam setiap DOAKU
Bukan untuk mengeluh atas Desah Nurani ini..
Tapi untuk terus membuatku paham bahwa segalax pasti mendpt giliran menuju Vonis Sang Maha BENAR...

****

Lusuh aQ termangu..
Pergilah, dan jangan lagi kau bisikan suatu kisah dikotamu..
Budak negeri menyebar tangan...
Disana. yang kadang muram cahayanya berganti hijau..
Mobil megah bertahta menghardik..
Ibu pertiwi,,, tak sanggup nanda merasai... mereka menahan lapar, dan dingin
Membaringkan badan dipangkuanmu yang kecut...
Si kaisar datang meludahi... 
Dan, kemanakah sang budak menemukan damai yang tak terganggu ???

Cause-Effect Text (Lagi...ini sepenggal cerita yang aku jadikan tulisan dalam MATKUL " Academic Writing"



Missing Means So Much
Distance never separates two hearts that really care, for our memories span the miles and in seconds we are there. But whenever I start feeling sad, because I miss you, I remind myself how lucky I am no longer in your grasp. Someone in my relationship whom I called my boyfriend has changed overtime. I discern that it's going to hurt for a while no matter what to do. Trying hard, I will keep doing well. I'll turn my back and walk away, away from the pain. Scream it loud, drown it out by the sound of the rain. Listen up, I've had enough all this waiting. I don’t need you more right now than I ever did. This moment then drove me to focus more on my goals, I can also spend my more time to my beloved family, and I must be able to be a strong woman.
Have you ever undergone a long distance relationship? I was once in that condition, then it’s so complicated to be lived. My boyfriend is an over protective. I was in a relationship with him for 3 years. And during the same I'll never feel secure for myself. I did not have to be myself. He's suggesting me to always adhere to his orders. I had to report at any time about whatever I did, wherever I went, and with whom I was at that time. He's like a security post for me. All day and all night he must know my condition by picked his calling up. Although I was busy. When it did not I obey, he would curse me, revile me casually. Honestly, I had a bellyful of his nagging. He, who initially was so good, suddenly changed after 5 months of our relationship. He showed arrogant attitude that I never really expected. Just to pick up my parents calling, I have to ask his permission. You can tell how restrained I was. I was once turned into a quiet cheerful. He forbade me to smile, to talk, and to save the phone number of another man. I was not focused on my studies. We fight almost every day. When I turn off my mobile phone, he's mad at me. I was afraid to tell anyone about my problems. My personality extremely be changed. People around me think I'm the cocky one, on account of being unconcerned with the circumstances around me. I felt pressured by my boyfriend’s attitude. He's like blocking all my creativity. Taking into consideration the fact that I ventured to oppose it and try to ignore about any threat of him. I always try to be patient and focus on my goals in a course, and try to follow a variety of campus activities that previously I was so afraid to get involved. I realized that he was only going to be inhibiting my creativity.
The happiest moments of our life have been the few which we have passed at home in the bosom of our family. How about if someone comes in your life and you devote all your attention to him? You lost a certain moment in your family. I went through that situation before. But now I get it back in my arms. I could spend a lot of time for my family. My relationship with my family is better than the first where I always argued what my parents advices. All occurred because of the influence of his foolish thoughts. My family still hold me up. They won't make the sadness disappear, but they'll put me on the right track.
Some of us think holding on makes us strong; but sometimes it is letting go. I should be able to detach of someone whom I love with a fire red when he just makes me worse off than before. He is the one who show me what's love then take it all away. His eyes show me hope, then they tear me. He throws me back down hardly. Not this time, he won't make myself say “ I love you”, and now's the time I realize all those days I don't love him. Before I can even try to get over from it. Sometimes I have to make peace with what happened in my past so that I am able to let go of that hurt. Instead, so many of us put ourselves in situations to be hurt over and over by the same person because we know things should be different. I cling to my dreams of what I wish the past could have been, and by doing so I set myself up to be hurt again. If this is me, I let my past go – mine “what should have been” – and embrace mine “what is” and mine “what can be.” At times it is heartbreaking, but ultimately, it will convey for me.
Moving on is the only solution and the best one too. However, those of us who have tasted the bitter truths of life know that this though the best isn't the easiest solution of them all. A breakup is just few instances that leave us miserable with an emptiness that is hard to replace. There are many things that inspired me to look at life from a fresh perspective and not from a lens that is fogged by the past. Positive things then I have to allow some form of wallowing to get it all off my chest, making me focus more on what I came for, and got me closer to my family. Appreciate the goodness of life in other forms and turn to gratitude for the things that I do have.


Examplification Text (Coretan mengenai kisah hidupQ sebagai anak kos2an hehehehe)


Devi Ratna Sari / PBI 2
20 400 111 026
Living Alone in a dorm
To be a student living alone in a dorm need well – preparation. Living alone is the best way for me to learn independence while I am at university. One of the main benefits of living alone will be that I will learn to look after myself by cooking my own food and doing my own housework and washing. Another benefits of living alone will be that I will learn to manage my money. University is a time not only to study, but also to learn to be an independent adult. Living alone will help me learn how to handle my responsibility.
In my daily life, I figure out all things by myself.  I go to purchase my needs in grocery, and after that I will cook by myself. Sometimes people who live alone do not contemplate too much about things related to food. They consider that cooking is just wasting their time that could be used to learn, so they prefer to buy instant food or to go to the restaurant. In fact instant food was very detrimental to health such as stomach ulcers and typhoid. I always try setting my time to make my nice meal for my health, so it’s cheaper to eat.  Do not instantaneous frequency of eating meals that can lead to various complications of the disease. In addition, as someone who lives alone, I always used to do my own laundry. Moreover, I was not having an education student uniforms, so every day have to wear different clothes and of course must be neat. The tips are all you'd always try to wash your dirty clothes when bathing. It would be better than washing at the weekend. Sometimes feeling lazy approach by looking at the clothes that have been mounting. Similarly, after you eat and drink try to always wash the dishes. If you want better you can make your daily schedule and stick it on the wall room. Instill discipline because you control yourself. The coursework that many would not be a problem if you are good to manage. Remember do not delay the time to the task, whatever it is that easy task to try quickly resolved.
I was a student who always gets monthly remittances from my parent. So I always plan my expenses with monthly accounts lists it. I prioritize the needs that are significant. I don’t like to owe people money. Instead I always try to stick my budget carefully so I don’t have borrow. Because sometimes there are unpredictable expenses. For example, when you sick so you have to set aside money to check up in a doctor, or you have to buy a guide book on one of the subjects. Maintain your financial with a clear vision, when your friends bid you to hang out, reconsider again whether you would go or not. You don’t need wasting your money with something that is not too important. I hardly ever go to the movies . I usually watch on my laptop by copy the film from my friends, and split the cost so it’s cheaper. I sometimes go to visit my aunt house at the weekend, in addition to hang out with my family could also save costs feeding, and sometimes when I got home I was also given the exes. How about shopping ?  You know I buy a lot of my clothes at second hand stores like senggol market. I can find some very cheap, decent clothes in those stores.
Life is not just breathing, that’s why show your capability. Trust yourself and learn to set your life. For me I  undergo my life as a fuel blend bones. This is who I am: a fighter alive. I guide myself to be liable for  my tenable life. I want to stand out, I want to shine with the struggle. I want to be a lit neon colors for my world of my own determination, which can solve everything in my own way. I know to run our life alone in a dorm  it’s not as a simple as I think. But If you love what's going to do, everything will be easier. 

Descriptive Text (Pulau Indo adalah Salah Satu Tempat Wisata yang Populer di Kampung HalamanQ)


Indo Island
Enjoy the beauty of Indo Island, a place where beauty and calmness belongs to.  Indo Island was firstly known as “Pulau Harapan”  , located in Lasama village, Tikep district, 50 km to the south of Raha, the capital of  Muna Regency. The island measures of 350 meters in length and 50 meters in width, rounded by a wonderful beach. The beach has a nice sunset, and it is also a nice place for skiing.
As one of the tourist icon Kendari Southeast Sulawesi, Indo Island has a wonderful dusk charming. Twilight at this place changing, sometimes golden burning sunset or a romantic evening with violet color that dominate the sky. Every afternoon hundreds of people had come to see the panoramic of red like the sun sinks into the sea. Even on the night before the turn of the year, the beach is usually crowded with thousands of visitors. After watching the fireworks, visitors can also stay at dozens of cheap inns near the beach.
Beach of the Indo island unremitting challenge you all to be on it, for the joy, togetherness,  gain quality experience unforgettable and fabulous adventure. One of the great adventures that you can make in the peaceful quiet beach is Water Sky. The name is certainly familiar to lovers of beaches. However, there are many beach lovers who have not dared to try this challenging game. Water Sky of Indo island can be found in at 08:00 to 12:00 noon. This game cannot be done in the hours of 12 noon because the sea water is going to recede, and less effective speed boat pulls you on a surfboard. Receding sea conditions would be less fun for this game because the low tide conditions are less supportive launching your feet, will not feel the challenge, and the lack of water pickings were created. Morning then you do not get out without trying to challenge this one, cool! For water skiers allowed is teenagers, the age when the body, legs and arms are solid to hold and steer rope. Indo Island Water Sky offers the best opportunity accompanied with a Professional Instructor. Many domestic and foreign tourists, men and women, who have skied confidence in the Indo Island.
Therefore, for you both men and women who are young and like a challenge, use your time to refresh  your mind with travel in this great of Indo Island, together create a formidable and enjoyable experience. Enjoy an incredible vacation with Indo Island as the choices.



Descriptive Text (Ini adalah tulisan pribadi saya yang mendapat predikat "The Big Top 5" dikelasQ pada MATKUL Writing III)


Memorable Portrait
My elder sister is a simple woman. Her name is Ningsih. Now she is a student in Haluoleo University Kendari. When I look up our picture which was taken 15 years ago. I re-conceived our togetherness in childhood.
This photograph was taken when we went to school for the first time together in Kindergarten. On the picture we wear the same clothes but I do not have shoes. Mama said that my father hasn’t had enough money to buy shoes for me. We were always together everywhere. We always look like twins because of our age is not much different. She has an awesome smile. Her face is oval and her eyes sharper than mine. She is not really tall as medium size as me. Taking a look at her brown short hair, which is essentially a reflection of her personality. 
One thing that would surprise you from the picture is why we went to school simultaneously ? As I have told before, I'd always want to be with her  everywhere. So when she entered school firstly, I cried to adhere with her. Remembering when we entered the third day of school the teacher called my sister's name to come forward to write on the black board using a lime . Our teacher asked to write the word "AIR ". I noticed what my sister wrote. Confidently She wrote the word. After that, another friend laughing out. I wondered what was wrong turned out, she just wrote " A I " and should be  " AIR "  hehehehehe. It was an unforgettable experience.
Her picture is greatly contrast than now. She is a charming girl who was 21 years old. She always wears hijab in her daily life. My sister does not like make up. She is a very kind person. She is very lovely, friendly, patient, and she loves to help people. I truly love my sister , because she is a good example to me.
My sister does not like things that are too difficult to contemplate. For her  life is lived with ease. Anything that makes everything feel dizziness forget it. She always takes care of her family. She is a very organized person, and all things in the her room are in the right place. She doesn’t like messes. Her life experiences have made her, who she is: a person not afraid of ridicule and persecution as a result of her preferences. To me she is a sister, a best friend, and my idol.
She is so chirpy and has a joyous enthusiasm . I like when I am going to sleep or when I wake up or when I am going to go to some places, she always send me her honey messages, her concerning and when I have a problem she always be with me to helps me and to give me  all her love.
When staring up on the picture gives the impression of deep emotion for me. Now we separated, and I desired the time when we can laugh together and share stories together, hugging each other and frolic together. I pretty much grateful to have a lovely sister like her.

KITA yang Tak Pasti


KITA ada namun tdk PASTI karena Kepastian itu bukanlah hal yang PATUT kita perbincangkan

Mereka bilang kita DEWASA namun kapasitas kedewasaan yg KITA tunjukan hanya akan menjadi KAMUFLASE belaka..


Dia bilang bahwa dia SELALU BAIK.. tp ternyata KEBAIKAN itu bersemi dlam FLUKTUASI saja..
Hanya saja aku tak berani berkisah..
Krn rasaQ sdh keluh akan KECUT yang menghmpiri..


Mereka menganggap bahwa KITA tetap dsni tp sejatinya kita hanyalah UTOPIA dlm bening yang KABUR


MEREKA mendaulat KITA punya integritas tp ternyata KITA hanya PECUNDANG dlm egoisme..
krn Kita tdk mampu membaca KITA..
krn KITA hanyalah KAUM pinggiran yang BISU diBIUS gelimangan JANJI...

Dewi Malam


Dan lihatlah ketika malam menjadi penjemput benderang diberanda kamarku...
Ku rangkai kata dalam secarik kertas..
Ku pandangi KERLIPanx laksana penyulut korek api digelapnya lentera
Kadang dia REDUP tp tdk MATI..
Sosok wajah yang membelai anggun ditepi malam..
Dengarlah bahwa aku begitu IRI akan khas malam yang disandangnya..
Dewi mlam yang aromanya begitu wangi bertahta TUNGGAL dikerajaan GELAP
nampak GEMBIRA dengan keelokannya
yang Pancaran sinarnya tak pernah mengkhianati PAGI..