Selasa, 14 Mei 2013

Coretan Tinta dalam Rintik Senja


Seuntai kata hadir memberi penyemangat dalam deru angin idealisme..
Sepucuk surat menjemput warna warni keruhnya air dihilir pada sore itu..
Lalu Q rangkai kata utk menafsirkan bias2 embun ditepi jendela peraduanku..
DIA menengok dan duduk dengan Salah tingkah disepeda ontel klasiknya...
Lalu Q tunggu sapaannya dlm nurani yang berdecak kagum..
Yang akan Q balas dengan gemerincing senyum menghibur..
Bukan untuk menaruh hati...
Tapi untuk mengikat kembali tali ukhuwah yang 3 dekade lalu sempat terenggut..
Q ukir PENA merah mudamu dalam kanvas hijau peradaban..
disana KITA sama2 melantunkan harmoni kata "SAHABAT"
kata yan kemudian terus mengepalkan NATURALISMEnya..
inilah KITA tdk ada alasan untuk saling membunyikan DIRI tatkala yang lain terkatup
ASA

******

Ketika hati &  jiwa merasa bermanfaat bagi orang lain maka ketika itu SAYA MERASA
HIDUP..
Hidup bukanlah hanya sekedar melakukan apa yang kamu sukai..
Hidup juga bukanlah hanya sekedar menyandang sebuah nama dan bernafas untuk seonggok  jiwa..
tapi hidup itu bermakna ketika kamu turut andil dalam elemen2 peradaban..
Setiap zaman melahirkan generasi dan setiap generasi melahirkan TOKOH..
Kita tinggal memilih menjadi Seorang Tokoh pejuang SEJATI atau PECUNDANG..
Intinya : Pejuang SEJATI tdk butuh gemuruh ombak dan tepuk tangan dari orang sekelilingnya.
sesungguhnya PEMENANG peradaban adalah orang yang BERANI bangkit meskipun Jatuh BERKALI - KALI

******

Bukan HATI yang kemudian merasa BISA melakukan segalanya seorang DIRI hingga
Idealisme itu tercapai..
Tetapi ketika kita merasa bahwa diri ini adalah bagian dari KITA kemudian koordinasi itu
bisa menjalin KEKOMPAKAN krn sekali lg KEBERSAMAAN itu INDAH




Tidak ada komentar:

Posting Komentar