Seuntai kata hadir memberi
penyemangat dalam deru angin idealisme..
Sepucuk surat menjemput warna
warni keruhnya air dihilir pada sore itu..
Lalu Q rangkai kata utk
menafsirkan bias2 embun ditepi jendela peraduanku..
DIA menengok dan duduk dengan
Salah tingkah disepeda ontel klasiknya...
Lalu Q tunggu sapaannya dlm
nurani yang berdecak kagum..
Yang akan Q balas dengan
gemerincing senyum menghibur..
Bukan untuk menaruh hati...
Tapi untuk mengikat kembali tali
ukhuwah yang 3 dekade lalu sempat terenggut..
Q ukir PENA merah mudamu dalam
kanvas hijau peradaban..
disana KITA sama2 melantunkan
harmoni kata "SAHABAT"
kata yan kemudian terus
mengepalkan NATURALISMEnya..
inilah KITA tdk ada alasan untuk
saling membunyikan DIRI tatkala yang lain terkatup
ASA
******
Ketika hati &
jiwa merasa bermanfaat bagi orang lain maka ketika itu SAYA MERASA
HIDUP..
Hidup bukanlah hanya sekedar melakukan apa yang kamu sukai..
Hidup juga bukanlah hanya sekedar menyandang sebuah nama dan
bernafas untuk seonggok jiwa..
tapi hidup itu bermakna ketika kamu turut andil dalam
elemen2 peradaban..
Setiap zaman melahirkan generasi dan setiap generasi
melahirkan TOKOH..
Kita tinggal memilih menjadi Seorang Tokoh pejuang SEJATI
atau PECUNDANG..
Intinya : Pejuang SEJATI tdk butuh gemuruh ombak dan tepuk
tangan dari orang sekelilingnya.
sesungguhnya PEMENANG peradaban adalah orang yang BERANI
bangkit meskipun Jatuh BERKALI - KALI
******
Bukan HATI yang kemudian merasa BISA melakukan segalanya
seorang DIRI hingga
Idealisme itu tercapai..
Tetapi ketika kita merasa bahwa diri ini adalah bagian dari
KITA kemudian koordinasi itu
bisa menjalin KEKOMPAKAN krn sekali lg KEBERSAMAAN itu INDAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar