DETAK KEMATIAN
Gelap
menghampiri, sayup - sayup gerimis ditengah malam terdengar. Percikkanya seolah
mencacahkan denyut nadi. Q tarik nafas panjang mencoba menemukan detik
kedamaian di kalbu. Entah mengapa malam ini amat susah rasanya ku katupkan
kedua mataQ. Berhentilah mengganggu, ini hanya akan membuang waktu. Hahhhhhhh
lamunanku buyarrrr.... KEMATIAN ! Itulah yang kini menyelinap dalam fikirku.
Anganku menjadi fakir karenanya. Pantaskah hamba berfikir sejauh ini ? Tapi kedatangannya takkan ada yang bisa
menolak. Bukankah dunia ini hanyalah sebuah perjalanan menuju kematian belaka ?
Lalu mengapa hamba seakan masih begitu cinta dengan dunia ini ?. Terlalu banyak
dosa, yang kadang sudah ku anggap biasa untuk Q lakoni. Lalu apa yang Q pahami tentang ini ?
Segalanya berakhir dengan pasti
ketika dia menghampiri….
Bahkan ketika berteriak atas
ketidaksiapan diriku, halnya akan datang ketika waktu itu telah di gaungkan
dengan lantangnya.
Air matapun akan gugur, ketika
yang ada menjadi meniada, ketika raga dan ruh tak lagi bersatu, ketika ketakjuban
terakhir berada dalam penempuhan yang abadi.
Takkan ada yang lebih pantas
terfikirkan selain AMAL dan DOSA. Dimanakah kecenderunganmu antara keduanya ?
Malaikat akan tetap datang menghalau dalam kefanaan DUNIA.
DAN SEGALANYA BERAKhIR ketika kebebasanku terjerat dalam dalam kata yang mengatasnamakan “AJAL”. Ragaku akan terbaring lemah
dipemakaman yang terselimuti desakkan
tangis dan DOA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar