Yesterday
was You are
Aku
hidup ketika kau merasa bahwa kehidupan telah bersamamu..
Surya
kemarin telah mencoreng namamu di pesakitan…
Tapi
aku hadir ketika kau merasa keberadaanku bagai selembar ilalang diujung kemarau…
Dunia
kini begitu ramai ketika kau kukuh bertahan digubuk mewahmu..
Aku
menerima dan kau menolak
Aku
lupa bahwa kau memang sudah terabaikan…
Gerimis
senja menolak untuk bernyanyi lagi….
Dan
kau bungkam bersama janji – janji kepalsuan…
Dan
aku diam dalam pekatnya harapan menuju fajar..
Pita
suaraku terasa keluh untuk menyebut namamu lagi…
Mungkin
jenuh menyaksikan aneka fitnah yang meracuni kebenaran…
Layar
retorika pun tak sanggup menjelma menjadi
malaikat ketika torehan kebejatan tak mampu diasingkan..
Selaput
kecut hanyut bersama sajak-sajak hitam pada badai malam itu…
Yang
kian tabah menanti pembalasan…
Dan
aku telah lupa perihal kemarin…
Karena
kau adalah kemarin…
Yang
hanya menjadi buih dilautan…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar