Jumat, 28 Juni 2013

Yesterday was You are

Yesterday was You are

Aku hidup ketika kau merasa bahwa kehidupan telah bersamamu..
Surya kemarin telah mencoreng namamu di pesakitan…
Tapi aku hadir ketika kau merasa keberadaanku bagai selembar ilalang diujung kemarau…
Dunia kini begitu ramai ketika kau kukuh bertahan digubuk mewahmu..
Aku menerima dan kau menolak
Aku lupa bahwa kau memang sudah terabaikan…
Gerimis senja menolak untuk bernyanyi lagi….
Dan kau bungkam bersama janji – janji kepalsuan…
Dan aku diam dalam pekatnya harapan menuju fajar..
Pita suaraku terasa keluh untuk menyebut namamu lagi…
Mungkin jenuh menyaksikan aneka fitnah yang meracuni kebenaran…
Layar retorika pun tak sanggup menjelma menjadi  malaikat ketika torehan kebejatan tak mampu diasingkan..
Selaput kecut hanyut bersama sajak-sajak hitam pada badai malam itu…
Yang kian tabah menanti pembalasan…
Dan aku telah lupa perihal kemarin…
Karena kau adalah kemarin…

Yang hanya menjadi buih dilautan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar