Romantical Classic
Novel
Robert
duduk di kursi merah empuk menghadap tempat tidur yang adalah tempat tidur ibunya. Sama seperti
yang ia dapati di rumah Londonnya, ia tidak bisa menemukan bukti bahwa dulu
ibunya pernah ada di tempat itu. Aromanya tidak lagi ada, tawanya tidak lagi
bergema, lagu nina bobo yang dulu sering dinyanyikan ibunya kini tak terdengar.
Tidak ada baju yang bisa disentuhnya. Seakan – akan ibunya tidak pernah ada,
tetapi kenangan akan dirinya tetap hadir selama hari – hari Robert di penjara.
Sejak
dulu Robert lebih dekat dengan ibunya daripada ayahnya. Ibunyalah yang
membimbing, mengarahkan dan menasehatinya. Ia mendapat pengaruh ayahnya. Tapi
ibunya lah, yang selalu ingin dibuatnya bahagia. Ibunya yang selalu tersenyum
saat Robert memberinya rangkaian bunga – bunga liar – tersenyum seakan – akan
rangkaian bunga itu berasal dari taman yang indah. Ibunyalah yang selalu ia
beri gambarnya. Ibunya yang setiap persetujuannya selalu dicari oleh Robert.
Bagaimana
ia bisa memasukkan seorang wanita lain ke kamar ini? Bagaimana ia bisa
mengambil kamar yang ayahnya dulu tiduri? Melakukan itu sama saja mengakui
bahwa mereka tidak lagi hidup.
Selama
delapan tahun ia berdoa supaya terbebas dari mimpi buruk itu. Supaya ia bisa
melarikan diri dan melihat orang tuanya masih hidup. Tapi mimpi buruk itu terus
berlanjut diluar dinding pantoville.
Ia
tidak ragu lagi berpikir bahwa John mengambil kamar ayahnya menjadi miliknya.
Mungkin Robert akan menemukan kekuatan dan kenyamanan dengan tidur di tempat
tidur dimana ayah, kakek, dan kakek buyut dan semua leluhur sebelum dirinya
pernah tidur. Ada tradisi disitu. Pria baik dan kuat yang telah melayani kerja
raja, ratu, dan negara. Pria dengan takdirnya sendiri. Pria dengan tugasnya.
Pria yang setia.
Terjemahan
ke dalam bahasa Inggris
Robert
sits on the comfy red chair facing the bed which is his mom used to lie down.
Like what happened in his London house, he didn’t find any proof that his
mother used to be there. No longer smell and her laugh , and nina bobo’s song
was sang by her mother. No clothes to touch anymore. As seems her mother never
existed but the memory about her still be accompanied at his days in the jail.
Since
Robert was a child, he had been closer to his mother than his father. She’s the
one who guided, directed, and always gave him some advices. He was also got
influenced by his father. But his mother was the one, who always wanted to make
her happy . His mother who was always smiling when Robert gave him a bunch of
wild flowers - smiling like – the
flowers come from a beautiful park . And she is also the one which is Robert
gave his pictures to. His mother that every consent always sought by Robert.
How
can he let another woman in this room? How can he take over the room that his
father used to slept. Doing that is just like admitted that they are no longer alive.
For
eight years he prayed to be freed from the terrible nightmare. So that he could
run away and meet his parents still alive. But the terrible nightmare keeps
going on outside the pantoville walls.
He
no doubt thought that John took his father’s room into his own room. Maybe
Robert will find strength and comfort to sleep in a bed where his father, his grandfather,
his father’s grandfather and all the ancestors before him ever sleeping. There
is a tradition there. Good and strong man who has served the working kings,
queens, and states. The man with his own destiny. The man who is very loyal to
his duty.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar