Mengingatkan sesama wanita akan kemuliaan yg diberikan Allah pada dirinya
Ada
satu prinsip yang akhir2 ini gaungnya begitu merdu terdengar. Kesetaraan
gender? bukan itu yang kita cari. karena pada hakikatnya wanita dan pria
diciptakan ALLAH dengan kodrat yang berbeda, maka kita tak bisa disetarakan dan
di sama-sama kan. wanita punya tugas mulia nya sendiri, begitu pula pria, punya
tugas mulia nya sendiri.
islam tak pernah melarangmu untuk berkembang, tapi justru Ia memberikanmu
kemudahan dan jalan keluar untuk mendapatkan pahala yang sama dengan laki-laki.Dulu saya pernah bermimpi menjadi yang berhasil dengan kariernya, menjadi spesialis atau bahkan mendapat gelar yang lebih tinggi lagi di usia muda tapi tetap mampu mengurus anak. Dengan kata lain karir mulus, dan urusan rumah tangga seimbang, tapi ketika tahu ‘yang sebenarnya’ pemikiran saya berubah 280 derajat. Saya jadi berpikir bahwa yang membuat wanita berada pada kedudukan paling mulia, adalah ketika ia berada di rumah, menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya, mempersiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan anak dan suaminya, menjadi ibu dan isteri yang baik.
Islam tak pernah melarang wanita untuk sekolah setinggi-tingginya, dan bekerja untuk membantu keuangan keluarga, tak pernah. Asalkan, jangan lupakan kewajibannya, untuk menjadi isteri yang sholehah dan menghormati suami, menjadi ibu yang baik dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi generasi islam yang hebat. tapi jika kesibukan diluar rumah membuat wanita lupa akan kewajibannya, kira-kira bisakah ia menjalankah kewajiban-kewajibannya itu dengan maksimal?
jika nanti di akhirat, ketika catatan amal kita dibuka oleh Allah dan Allah bertanya “kau dulu ketika hidup, bekerja mengejar dunia dan lalai akan tugasmu menjadi isteri dan ibu yang baik. kau tinggalkan suamimu dan membiarkannya kesepian dan tak bahagia, di saat seharusnya kau jadi penyemangatnya setelah ia lelah mencari nafkah untukmu dan anakmu. kau biarkan anak-anakmu mengasuh dirinya sendiri, bermain sendiri, belajar sendiri, dan akhirnya tersesat dalam ketidak-tahuannya tentang agama dan kehidupan akhirat. bisakah kau mempertanggung-jawabkan ini semua?”
sungguh indahnya ajaran agama yang dihadiahkan Allah untuk kita. mari bersyukur kita terlahir sebagai wanita
berikut adalah tulisan dari seorang teman yang
membahas mengenai tema yang sama
Mengapa WANITA rela menanggalkan gelar MULIA
hanya demi kesetaraan gender ??
ketika laki-laki diwajibkan untuk sholat berjama’ah di Masjid, wanita
justeru diberi penawaran untuk memilih ikut serta dalam sholat berjama’ah itu
atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap sholat di rumah untuk menjaga anak2
dan harta suaminya..ketika laki-laki diwajibkan untuk berjihad, wanita justeru diberi penawaran untuk memilih ikut serta dalam “jihad” itu atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap di rumah untuk menjaga anak2 dan harta suaminya..
ketika laki-laki diwajibkan untuk menafkahi ibu dan keluarganya, wanita justeru diberi penawaran untuk memilih ikut membantu suaminya atau memilih sebuah KEMULIAAN dengan tetap di rumah untuk menjaga anak2 dan harta suaminya serta berbakti pada (suami) nya..
Wanita tidak pernah dilarang untuk melakukan apa saja yg bisa dilakukan oleh laki-laki, namun wanita ditawarkan sebuah kemudahan yang sudah sangat disesuaikan dengan kondisinya, kemudahan itulah yang dapat membawa seorang wanita pada gelar MULIA..
Satu hal yang harus kita (wanita) ingat, jika ingin tau kedudukan wanita di mata ISLAM, maka pelajarilah seluruhnya secara utuh, jangan setengah2, lihat semua sisi, maka kita akan bersyukur dilahirkan sebagai seoran wanita, Laki-laki pun begitu,,
ISLAM selalu seimbang, jika ada ketimpangan, maka
pertanyakanlah pengetahuan (tentang islam) kita masing2,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar